Thursday, February 11, 2016

MELANGKAH DGN KEKUATAN & TALENTA
•• •• •• •• ••



Mari kita amati bagaimana seekor Cicak menangkap seekor Nyamuk.

Nyamuk sebagai makanan Cicak,
t a p i justru Nyamuk lah yg “mendekati” Cicak.

Andai kata Nyamuk tidak terbang menuju Cicak,

m a k a tidaklah mungkin Cicak bisa mendapatkan makanannya,

s b a b Nyamuk bisa terbang dgn gesit,

sementara Cicak hanya bisa merayap saja.

Peristiwa ini tampaknya biasa saja,
t a p i coba liat bagamana sempurnanya TUHAN memelihara ciptaanNYA.

Tugas Cicak hanya “melangkah” memaksimalkan “talenta”nya,

yaitu merayap & dgn cepat menangkap Nyamuk,

sisanya semua adalah bagian yg TUHAN kerjakan,

yaitu memberi “kekuatan” & kemampuan menangkap berkat,

& “memerintahkan” berkat untuk mendekat pada Cicak.

Kalo saat ini kita sedang di himpit kesulitan hidup & begitu kuatir tentang hari esok,

liatlah Cicak tiap hari keluar dari sarangnya untuk mencari makan.

Tidak terbayang sebelumnya ke mana & di mana dia harus mencari Nyamuk.

K a r e n a Cicak pasti lebih sering lapar akibat tidak punya “kantor” atau tempat kerja yg tetap seperti kita,

apalagi setelah lahannya banyak yg di ganggu manusia;

N a m u n yg jelas tak pernah ada Cicak yg berusaha untuk bunuh diri, atau pun mabuk²an karena frustasi, marah & sakit hati.

Cicak pun tak pernah berharap kepada sesamanya atau pinjam sana sini,

Cicak pun juga tak perlu menjual diri atau pun berjudi,

Cicak tetap optimis akan setiap “berkat” yg di janjikan TUHAN.

Tampaknya seekor Cicak begitu sangat “menyadari” bahwa demikianlah hidup, asalkan tetap Melangkah & Memanfaatkan Kekuatan & Talentanya,
serta Percaya atas Pemeliharaan TUHAN.

Bukankah TUHAN berikan pada kita Talenta atau Kekuatan untuk mencari nafkah jauh lebih sempurna di banding Cicak?

“Sebab TUHAN, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati.”
(Ulangan 31:8).

Tuesday, February 9, 2016

KASIH SEBAGAI PENANGKAL EMOSI
•••• •••• •••• ••••



Orang yg paling menderita bukanlah org miskin,

k a r e n a se-miskin²nya orang, pasti ada yg memberi.

T a p i orang yg paling menderita adalah oramg yg tak bisa Menguasai Emosi.

Lidahnya panas membara, menjilat, menyambar, & membakar tanpa bisa di kendalikan di manapun, pada siapapun & di situasi apapun.

Betapa orang seperti ini sangat menderita,

k a r e n a dia bermasalah dgn dirinya sendiri.

Kalo bermasalah dgn org lain,
mungkin masih ada orang yg menjadi penengah,

T a p i kalo bermasalah dgn dirinya sendiri,

Siapa yg akan menolong?

Kalo bukan dirinya sendiri,

susah di sadarkan orang lain.

Sifat orang Emosional adalah Menyimpan Bara Api.

Orang seperti ini biasanya justru orang yg lemah,

yg tak bisa menguasai masalahnya,

l a l u menggunakan senjata kekerasan,

s e h i n g g a nampak dirinya kuat.

Orang yg sabar & tenang akan sangat mudah mengontrol diri,

k a r e n a ada Kekuatan Daya Pikir yg sehat.

Dia juga tidak mudah bertindak bodoh,

k a r e n a dia di Kendalikan Akal Sehat.

Emosi tak pernah ada manfaatnya selain melukai,
w a l a u p u n setelah itu Memohon Maaf;

T a p i seperti kertas yg tlah di sobek & kemudian di lem lagi,

memang tampaknya utuh t a p i bekas sobekan itu pasti tetap ada.

Apalagi Emosi pada anak, suami, istri ato orang yg kita cintai,
kita butuh perjalanan panjang untuk menghapuskan luka.

K a r e n a Akar Kepahitan itu akan membekas seumur hidup,

b a h k a n Trauma nya biasanya di tiru oleh anak²nya.

Adalah patut untuk berpikir ke depan,
bukan sadar ketika sudah terjadi & rugi.

Jadikan diri kita seperti air yg menyejukkan,
bukan api yg nyalanya menyambar ke sana kemari.

Adalah wajib sebagai hamba yg mudah meredam,
bukan mudah terbakar.

PEGANGLAH TEGUH KASIH SEBAGAI PENANGKAL EMOSI KITA.

“Terhormatlah seseorang, jika ia menjauhi perbantahan,
tetapi setiap orang bodoh membiarkan amarahnya meledak.”
(Amsal 20:3).

Tuesday, February 2, 2016

Rome 8:31-39

Roma 8:31-39

  31  Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu?
      Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?
  32  Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang
      menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak
      mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan
      Dia?
  33  Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah,
      yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka?
  34  Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah
      bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah
      menjadi Pembela bagi kita?
  35  Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus?
      Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau
      ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?
  36  Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya
      maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba
      sembelihan."
  37  Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang
      menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.
  38  Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik
      malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada
      sekarang, maupun yang akan datang,
  39  atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah,
      ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita
      dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

If i walk away and get stuck into the things that you certainly never like it
I feel it, you drag me back and i am not separated from You
Let me fall in love with You more than anything in this world

Integritas hidup

Takkan Tertipu lagi

Anak kecil punya otak cerdas....dan memang dasar manusia, pada dasarnya ga ada manysia tanpa dosa...dari kecil pun pintar bohong.
Si manupulatif kecil selalu memanipulasi ibunya yang mengantarkannya ke sekolah ataupun menjemputnya dengan cara" aku mau pipis" dan tampang memelas memaksa...berteriak...menangis supaya cepat sampai....beberapa kali dilakukan selalu berhasil...lama kelamaan ibu sudah paham pola si anak....dia kali ini tidak mau ditipu lagi oleh si kecil. TERNYATA, si kecil benar benar ingin ke toilet...basahlah semua jok mobil......

Bukan demikian dengan integritas seseorang? Saat berkali2 orang ingkar janji...lama2 tak ada lagi yang percaya

Waktu berjanji ketemuan dengan rekan bisnis, datanglah tepat waktu...tapi malah yang bilang sendiri yang selalu datang telat

Waktu berjanji mau membayar hutang dikatakan ya Besok ya kutransfer...ternyata tak kunjung datang tranferan

Waktu berjanji dengan Tuhan, aku kapok tak mau jatuh lagi dalam dosa...tapi berkali2 terus jatuh ke lubang yang sama

Integritas dibangun perlahan2 bahkan bertahun2...you can start from today.

Yakobus 3:5 (TB)  Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapa pun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar.

Integritas hidup

Takkan Tertipu lagi

Anak kecil punya otak cerdas....dan memang dasar manusia, pada dasarnya ga ada manysia tanpa dosa...dari kecil pun pintar bohong.
Si manupulatif kecil selalu memanipulasi ibunya yang mengantarkannya ke sekolah ataupun menjemputnya dengan cara" aku mau pipis" dan tampang memelas memaksa...berteriak...menangis supaya cepat sampai....beberapa kali dilakukan selalu berhasil...lama kelamaan ibu sudah paham pola si anak....dia kali ini tidak mau ditipu lagi oleh si kecil. TERNYATA, si kecil benar benar ingin ke toilet...basahlah semua jok mobil......

Bukan demikian dengan integritas seseorang? Saat berkali2 orang ingkar janji...lama2 tak ada lagi yang percaya

Waktu berjanji ketemuan dengan rekan bisnis, datanglah tepat waktu...tapi malah yang bilang sendiri yang selalu datang telat

Waktu berjanji mau membayar hutang dikatakan ya Besok ya kutransfer...ternyata tak kunjung datang tranferan

Waktu berjanji dengan Tuhan, aku kapok tak mau jatuh lagi dalam dosa...tapi berkali2 terus jatuh ke lubang yang sama

Integritas dibangun perlahan2 bahkan bertahun2...you can start from today.

Yakobus 3:5 (TB)  Demikian juga lidah, walaupun suatu anggota kecil dari tubuh, namun dapat memegahkan perkara-perkara yang besar. Lihatlah, betapa pun kecilnya api, ia dapat membakar hutan yang besar.

Thursday, January 28, 2016

 " BERSANDAR KEPADA ALLAH "

Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: “Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu. Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah, dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan Tuhanlah pertempuran dan Iapun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami.”  ( 1 Samuel 17:45-47)

Daud melihat bahwa kekuatan, kemampuan dan peralatan tempur bukanlah segalanya, tetapi kuasa Tuhanlah yang memegang peranan penting dalam pertempuran.
Daud benar-benar mengandalkan Tuhan dan berharap kepada kuasa Tuhan untuk bekerja di dalam dirinya serta bersandar kepada kekuatan Tuhan dalam pertempurannya.

Dalam menghadapi persoalan atau masalah,  Tuhan menuntut kita untuk bersandar sepenuhnya kepada Dia. Kepintaran atau kekuatan kita  harus diletakkan kalau kita benar-benar bersandar kepada kuasa Tuhan.

Dengan bersandar sepenuhnya kepada Tuhan, maka Tuhan yang akan bertempur bagi kita. Dia yang akan berperang bagi kita dan memberi kita kemenangan demi kemenangan.

Tetap Semangat & Selalu Bersyukur, Gbu

Total Pageviews